Posts tagged ‘mengenal madura’

Juni 11, 2013

TEPPA’ dalam Bahasa Madura


Teppa’ : Tepat- Betul – Baik- kena

Teppa’   kata yang secara otomatis menjadi jawaban dari pertanyaan jika menanyakan nama sesuatu, tempat, barang atau kepemilikan yang bisa ditunjukkan.

Areya se ekabuto? Yeh, teppak : ini yang kamu butuhkan? Ya, betul.

Teppa’ ejiyah romanah : betul, disana rumahnya.

Teppa’ ka le beleh : Kebetulan sefamilian.

Teppa’ ka cetak  : kena ke kepala

Jika ditambah awalan Ma- akan bermakna melakukan- sedang melakukan

Mateppa’ tojuk : Memperbaiki duduk
Mateppa’ roma : memperbaiki rumah

Jika ditambah kofiks ma-agi akan bermakna melakukan milik orang lain/ membantu

Mateppa’agi romanah Sukri : membantu memperbaiki rumahnya sukri.

Mateppa’agi jalan : membantu memperbaiki jalan.

Jika ditambah awalan Pa- akan bermakna kata perintah untuk membetulkan- memperbaik sesuai dengan kata berikutnya

Pateppa’ tojuk’en : Perbaiki cara duduknya.
Pateppa’  Ajher : belajar yang betul
Pateppa’ ngangghui kalambih : Yang Betul jika memakai baju.

Jika ditambah kofiks pa-agi akan bermakna permintaan tolong.

Pateppa’agi kalambinah alek : Bantu perbaiki bajunya adik

Teppa’ juga bisa bermakna kata jawab

Iklan
Mei 24, 2013

TAMPONG


TAMPONG : Memecah barang bundar/bulat yang agak besar dengan menggunakan parang, seperti kelapa dan lainnya.

Tampong biasanya lebih banyak digunakan untuk kegiatan melepas batok kelapa.

Penggunaan kata :

Ditambah awalan na  akan bermakna mengerjakan

Nampong Nyiur : Melepas batok kelapa/ mengupas kelapa dari batoknya

Tanpa awalan apapun akan bermakna kata perintah

Tampong : Pecah/kupas/lepas

Tampong Nyiurah : Lepas batok kelapanya

Tampong Cetakah : Pecah kepalanya.

Sementara jika mengupas serat kelapa bahasa Madura biasanya memberikan kata Sombhat.

Sebagian warga madura kadang ada menggunakan kata Tappor. Tappor : Memecah barang berbentuk bundar dengan cara membenturkan. lebih lengkap tentang tappor bisa dilihat di kata Tappor

Oktober 17, 2012

Rempa’ (Dalam Bahasa Madura)


Rempa’ : Roboh

Rempa’ adalah kata yang biasa yang basa digunakan untuk menyebutkan terhadap sesuatu yang dibangun berupa bangunan atau lainnya, yang prosesnya dilakukan dengan cara membangun.

contoh: Roma Rempa’ – Rumah roboh

jika ditambah akhiran ah akan bermakna akan

Contoh: Rempa’ah – mau roboh

Romanah Dul Muni rempa’ah – Rumahnya Dul Muni akan roboh

kalau ditambah awalan la menjadi kata keterangan waktu yang bemakna sudah

Contoh : Larempa’ – sudah rempa’

Romana Dul Muni larempa’ – Rumahnya Dul Muni sudah roboh.

Paregina larempa’ : Tebingnya roboh/longsor

kalau ditambah Kofiks e-enah akan berfungsi sebab-akibat bermakna akan dijatuhi material.

Para’ erempa’na romana – hampir saja dirobohi rumahnya.

ngalle, mik erempa’en – Pindah, nanti dikena robohan

 

Oktober 2, 2012

TOWAH


TOWAH ; Tua

Towah biasa digunakan untuk kepada orang/barang/buah/pohon yang diukur sesuai dengan lama umur

Taon Towah : Tahun Tua

Pananggalan Towah : Tanggal Tua

Jambunah towah : Jambunya tua

Jika gunakan sebagai kata ulang- wa-matowah akan bermakna anak kecil/orang yang tak sepantasnya terlibat dalam urusannya ikut-ikut ngurus

mara baen jek wa-matowah : Ayo, kamu sok tahu…

selain itu, orang madura juga biasa mengngunakan kata nowah, dalam bahasa indonesia berarti menua

nowah-menua, yakni orang/buah/barang yang mengalami penuaan sebelum waktunya.

merujuk pada band baru sekarang Noah- orang madura sering mempadankan dengan kata nowh-yakni tua sebelum waktunya.

khazanah bahasa madura terdapat istilah yang berasal dari kata towah

Towah Peker : istilah yang diberikan kepada anak kecil yang memiliki pemikiran dewasa.

Wa Towa Ajem: istiah untuk menyebutkan bagi perempaun atau laki-laki yang semakin tua, perwakannya makin mapan.

Oreng Towah : sebagai sebutan bagi orang yang sudah tua.

Bangatowah : Untuk mennyebutkan para binisepuhnya baik yang sudah meninggal maupun belum

Mattowah : Mertua, yakni orang tua dari istri/suami yang diakui sebagai orang tuanya.

Robe towah : sebutan bagi orang yang perawakannnya sangat tua melebihi umur sebayanya.

September 29, 2012

Ambu


Ambu : Berhenti, kata perintah untuk menyuruh orang berhenti.
Ambu jek a alakoh: Berhenti jangan bekerje

untuk meminta orang berhenti sejenak orng Madura biasanya akan menambah galluh di belakang kata ambu. contoh penggunaan;
Ambu Galluh : berhenti sejenak
engkok tero entarah ka bungkonah sulah, daggi’ ambu galluh : Saya mau main ke rumah Sulah, nanti mampiri.

jika ditambah dengan ng-i akan bermakna mengjampiricontoh penggunaan ngambui: menghampiri.
engkok ngambui romana be’na gella’ : Saya tadi hampiri rumahmu

gi’ ngambui romana Somad :
masih mampir di rumah somad

April 6, 2012

MENGENAL BAL BUDIH (BOLA TANGKAP)


Salah satu olah raga tradisonal Madura yang hingga saat ini masih banyak peminatnya adalah bal budih (baca bola tangkap). Yaitu sejenis olahraga yang memperagakan kecepatan, ketangkasan, keseimbangan, dan konsentrasi.

Bal budih biasa dimainkan oleh warga Madura terutama Sumenep, oleh karenya olah raga ini sangat terkenal di Kabupaten Sumenep terutama di Kecamatan Lenteng dan Bluto. Beberapa hari lalu olah raga sempat menjadi pemicu tawuran dua warga desa Lenteng Timur dan desa Moncek Timur. Tawuran terjadi ketika pertandingan final bal budih. Untungnya tawuran tersebut cepat teratasi, sehingga tidak meluas dan membara.

Sekedar gambaran, bal budih biasanya dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 9 orang dan cadangan 2 orang. Peralatan utama dari permainan ini adalah tenis, lapangan utama dengan ukuran 2 depa x 7 depa (untuk saat ini sudah biasa menggunakan ukuran meter), len (baca line) yaitu pembatas lapangan yang terdiri dari bambu bilah dua,  terakhir eppak  tempat berdirinya pemain ukuran normalnya 12 Cm x 25 Cm dengan tinggi 30 Cm dari permukaan tanah, sedang jarak antara pak dengan len depan 4,5 m.

Peraturan dalam permainan ini adalah masing-masing regu secara bergantian menjadi pemukul dan bertahan. Masing-masing regu memainkan permainan ini sebanyak 5 kali ongga’an (menjadi penyerang). Ketika ongga masing-masing pemain memiliki kewajiban untuk memukul bola. Nah ini dia yang sangat membedakan dengan olahraga lainnya, cara memukulnya unik, setiap pemain yang akan memukul harus naik ke eppak bertumpu pada satu kaki dengan cara membelakangi lawan, bola dilempar keatas kepala pemukul menggunakan satu tangan untuk kemudian dipukul dengan tangan terbuka kearah belakang mengarah ke lapangan. Pemain dituntut untuk memasukkan bola kelapangan dengan pukulan yang keras dan tidak boleh turun dari atas eppak, jika jatuh meski bola masuk maka akan gugur. Setiap pemain hanya mendapatkan kesempatan satu kali memukul dalam setiap ongga kecuali memasukkan bola.

Jika satu pemain sudah memasukkan bola melalui bal budihnya (memukul dengan cara membelakangi) maka dilanjutkan dengan teppakan (pukulan mengarah kedepan), teppakan juga dilakukan di atas eppak sama seperti memukul kearah belakang, teppakan dlakukan terus hingga mengumpulkan 5 poin. Jika suda terkumpul 5 poin permainan akan dilanjutkan dengan tendangan bola. Tendangan dilakukan cukup dengan memasukkan satu kali saja, dan jika tendangan masuk maka regu yang sudah memasukkan menang satu bindel, dan permainan harus dimulai dari bal budih lagi oleh semua regu. Dalam pertandingan bal budih terkadang hingga 4 kali ongga’an tidak ada bola masuk melalui bal budih, jika hal ini terjadi maka pada ongga’an kelima akan adu teppakan.

Sekarang mengenal posisi pemain bertahan di dalam len (lapangan utama). Masing-masing regu bertahan menempatkan pemain dengan formasi 3 orang komando, 1 orang penyumpet, 1 orang Tebeng payombet, 2 orang sayap, 2 orang kapten.

Tugas-tugas dari masing-masing posisi tersebut sebagai berikut ;

–          Komando, berdiri tepat di depan len depan, tugasnya menghalau bola agar tidak masuk kelapangan.

–          Tebeng, berposisi dicelah lebar yang tersedia di belakangnya komando

–          Panyompet, berposisi menutupi celah sempit yang dimungkinkan bola melewati celah-celah sempit komando.

–          Sayap kanan dan dan sayap kiri menjaga tepa dibelaknganya panyompet.

–          Terakhir kapten 1 dan kapten 2 yang berada di lapangan  paling belakang.

Tertarik untuk mengenal bal budih lebih jauh? Datanglah kemadura pada medio Maret-Mei sehabis panen padi dan menjelang musim tanam tembakau. Atau kunjungi kunjungi link ini untuk melihat videonya