Archive for ‘Mengenal Madura’

Oktober 2, 2012

TOWAH


TOWAH ; Tua

Towah biasa digunakan untuk kepada orang/barang/buah/pohon yang diukur sesuai dengan lama umur

Taon Towah : Tahun Tua

Pananggalan Towah : Tanggal Tua

Jambunah towah : Jambunya tua

Jika gunakan sebagai kata ulang- wa-matowah akan bermakna anak kecil/orang yang tak sepantasnya terlibat dalam urusannya ikut-ikut ngurus

mara baen jek wa-matowah : Ayo, kamu sok tahu…

selain itu, orang madura juga biasa mengngunakan kata nowah, dalam bahasa indonesia berarti menua

nowah-menua, yakni orang/buah/barang yang mengalami penuaan sebelum waktunya.

merujuk pada band baru sekarang Noah- orang madura sering mempadankan dengan kata nowh-yakni tua sebelum waktunya.

khazanah bahasa madura terdapat istilah yang berasal dari kata towah

Towah Peker : istilah yang diberikan kepada anak kecil yang memiliki pemikiran dewasa.

Wa Towa Ajem: istiah untuk menyebutkan bagi perempaun atau laki-laki yang semakin tua, perwakannya makin mapan.

Oreng Towah : sebagai sebutan bagi orang yang sudah tua.

Bangatowah : Untuk mennyebutkan para binisepuhnya baik yang sudah meninggal maupun belum

Mattowah : Mertua, yakni orang tua dari istri/suami yang diakui sebagai orang tuanya.

Robe towah : sebutan bagi orang yang perawakannnya sangat tua melebihi umur sebayanya.

Oktober 1, 2012

Jembut (Bahasa Madura)


Jembut : Buncit/memiliki perut yang besar/gendut

Jembut biasa digunakan untuk menyebutkan orang memiliki perut besar hingga melebihi datarnya dada.

Contoh penggunnaan-

Andi ngakan kongse jembut : Andi Ngakan sampai buncit

Ba’en mak cek jembutah : Kamu kok sangat besar perunya.

Bininah Salman gen bileh sejembut: Istrinya salman sejak kapan yang buncit… bahasa kasar untuk mennyebutkan pada perempuan yang hamil.

jembut biasanya digunakan bagi orang yang memiliki perut besar tetapi dalam katagori sehat, sedang bagi orang sakit, bisanya akan menyebutkan kata baradan rajah

contoh penggunaan

bara tabuk – perut bengkak/membesar,

Asmawi ca’na bara tabuk – Katanya Asmawi perutnya besar (sakit perut hingga kembung)

rajah tabuk – perutnya besar.

September 30, 2012

Anjuh


Anjuh : Asuh-jaga

Anjuh adalah kata yang biasa digunakan untuk mennyebutkan istilah mengasuh pada bayi/orang, yakni pekerjaan yang biasa dilakukan oleh babi sister atau rang yang biasa mengasuh bayi. selain menggunakan kata anjuh, kadang sebagian menggunakan kata jagah-jaga. sedang untuk hewan biasanya menyebut dengan kata ngobu.

Daddi tokang anjuh- jadi ibu asuh

Bisa juga menjadi kata perintah tergantung dari aksen pengucapan

Anjuh ana’en mare tak nanges : Jaga anakmu biar tidak nangis.

Jika ditambah awalan ng- akan berfungsi sebagai kata kerja.

contoh penggunaan: Ngnanjuh – mengasuh

nganjuh anak _mengasuh anak

Jika ditambah akhiran agi sesudah kata anjuh akan bermakna kata perintah bernada minta tolong

contoh – Anjuagi ana”en sengkok : Tolong jagain anak saya

Jika ditambah kofiks ng-agi akan bermakna sedang

nganjuagi ana’en syamsul : sedang mengasuh/jaga anaknya Syamsul.

September 29, 2012

Ambu


Ambu : Berhenti, kata perintah untuk menyuruh orang berhenti.
Ambu jek a alakoh: Berhenti jangan bekerje

untuk meminta orang berhenti sejenak orng Madura biasanya akan menambah galluh di belakang kata ambu. contoh penggunaan;
Ambu Galluh : berhenti sejenak
engkok tero entarah ka bungkonah sulah, daggi’ ambu galluh : Saya mau main ke rumah Sulah, nanti mampiri.

jika ditambah dengan ng-i akan bermakna mengjampiricontoh penggunaan ngambui: menghampiri.
engkok ngambui romana be’na gella’ : Saya tadi hampiri rumahmu

gi’ ngambui romana Somad :
masih mampir di rumah somad

September 28, 2012

Landuk


Landu’: Cangkul.

Untuk menjadi kata kerja cukup ditambah awalan a menjadi alanduk bermakna mencangkul.

Selain bermakna kata kerja juga akan bermakna kata keterangan jika ditambah kofiks a-eh, contoh penggunaan a landu’ eh bermakna akan mencangkul.

cara pengunaan dalam percakapan.

alakoh apah? (bekerja apa?)

alandu’ (mencangkul)

ba’en kadimma’ah (kamu mau kemana?)

alandu’eh (akan mencangkul)

Dari dimmah? (dari mana?)

A landu’ agi sabenah samsul (Membantu mencangkul sawahnya Samsul)

Sedang untuk kata perintah langsung menggunakan kata landuk- contoh penggunaan

Pas landu’ se bedeh e ade’na ba’en : Langsung cangkul yang di depanmu

Dulih Landu’ : cepat cangkul

April 6, 2012

MENGENAL BAL BUDIH (BOLA TANGKAP)


Salah satu olah raga tradisonal Madura yang hingga saat ini masih banyak peminatnya adalah bal budih (baca bola tangkap). Yaitu sejenis olahraga yang memperagakan kecepatan, ketangkasan, keseimbangan, dan konsentrasi.

Bal budih biasa dimainkan oleh warga Madura terutama Sumenep, oleh karenya olah raga ini sangat terkenal di Kabupaten Sumenep terutama di Kecamatan Lenteng dan Bluto. Beberapa hari lalu olah raga sempat menjadi pemicu tawuran dua warga desa Lenteng Timur dan desa Moncek Timur. Tawuran terjadi ketika pertandingan final bal budih. Untungnya tawuran tersebut cepat teratasi, sehingga tidak meluas dan membara.

Sekedar gambaran, bal budih biasanya dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 9 orang dan cadangan 2 orang. Peralatan utama dari permainan ini adalah tenis, lapangan utama dengan ukuran 2 depa x 7 depa (untuk saat ini sudah biasa menggunakan ukuran meter), len (baca line) yaitu pembatas lapangan yang terdiri dari bambu bilah dua,  terakhir eppak  tempat berdirinya pemain ukuran normalnya 12 Cm x 25 Cm dengan tinggi 30 Cm dari permukaan tanah, sedang jarak antara pak dengan len depan 4,5 m.

Peraturan dalam permainan ini adalah masing-masing regu secara bergantian menjadi pemukul dan bertahan. Masing-masing regu memainkan permainan ini sebanyak 5 kali ongga’an (menjadi penyerang). Ketika ongga masing-masing pemain memiliki kewajiban untuk memukul bola. Nah ini dia yang sangat membedakan dengan olahraga lainnya, cara memukulnya unik, setiap pemain yang akan memukul harus naik ke eppak bertumpu pada satu kaki dengan cara membelakangi lawan, bola dilempar keatas kepala pemukul menggunakan satu tangan untuk kemudian dipukul dengan tangan terbuka kearah belakang mengarah ke lapangan. Pemain dituntut untuk memasukkan bola kelapangan dengan pukulan yang keras dan tidak boleh turun dari atas eppak, jika jatuh meski bola masuk maka akan gugur. Setiap pemain hanya mendapatkan kesempatan satu kali memukul dalam setiap ongga kecuali memasukkan bola.

Jika satu pemain sudah memasukkan bola melalui bal budihnya (memukul dengan cara membelakangi) maka dilanjutkan dengan teppakan (pukulan mengarah kedepan), teppakan juga dilakukan di atas eppak sama seperti memukul kearah belakang, teppakan dlakukan terus hingga mengumpulkan 5 poin. Jika suda terkumpul 5 poin permainan akan dilanjutkan dengan tendangan bola. Tendangan dilakukan cukup dengan memasukkan satu kali saja, dan jika tendangan masuk maka regu yang sudah memasukkan menang satu bindel, dan permainan harus dimulai dari bal budih lagi oleh semua regu. Dalam pertandingan bal budih terkadang hingga 4 kali ongga’an tidak ada bola masuk melalui bal budih, jika hal ini terjadi maka pada ongga’an kelima akan adu teppakan.

Sekarang mengenal posisi pemain bertahan di dalam len (lapangan utama). Masing-masing regu bertahan menempatkan pemain dengan formasi 3 orang komando, 1 orang penyumpet, 1 orang Tebeng payombet, 2 orang sayap, 2 orang kapten.

Tugas-tugas dari masing-masing posisi tersebut sebagai berikut ;

–          Komando, berdiri tepat di depan len depan, tugasnya menghalau bola agar tidak masuk kelapangan.

–          Tebeng, berposisi dicelah lebar yang tersedia di belakangnya komando

–          Panyompet, berposisi menutupi celah sempit yang dimungkinkan bola melewati celah-celah sempit komando.

–          Sayap kanan dan dan sayap kiri menjaga tepa dibelaknganya panyompet.

–          Terakhir kapten 1 dan kapten 2 yang berada di lapangan  paling belakang.

Tertarik untuk mengenal bal budih lebih jauh? Datanglah kemadura pada medio Maret-Mei sehabis panen padi dan menjelang musim tanam tembakau. Atau kunjungi kunjungi link ini untuk melihat videonya