Pasar Anom Dini Hari

Mengasikkan bercengkerama dengan pedagang sayuran dan rempah-rempah yang biasa berjualan di Pasar Anom Sumenep. Meski sambil memilah dan menata sayuran yang akan dijual kepada calon pembeli, dengan penuh gelak tawa meluncur cerita perjalanan hidupnya.

Pukul 03 dini hari ketika keramaian Kota Sumenep masih terlelap, para pedagang sayuran sudah memulai membuka hiruk pikuknya pasar yang terletak di Desa Kolor. Tidak kurang dari 30an pedagang sayuran mulai lalu lalang dengan berbagai macam kendaraan bermuatan sayuran dan rempah-rempah, sebagian besar dari mereka -sejauh pengamatan penulis- menggunakan becak dan kuli panggul, entah mengapa, pagi ini penulis hanya mendapati 1 mobil pikc up sebagai angkutan mereka.

Melihat hiruk pikuk dengan canda tawa dan mulai adanya tawar menawar antara pemasok barang dengan pedagang, saya mulai mendekati ibu yang sejak tadi bersama-sama dengan beberapa orang memilah bawang daun yang terbagi dalam beberapa tumpukan besar. Ibu Asih namanya, perempuan yang pada saat ini mengatakan umurnya sekitar 47 tahun. menyebut sekitar 47 karena asih tidak tahu kapan sebenarnya tanggal lahirnya. Perempuan yang sudah tujuh tahun ini menggeluti usaha sebagai pemasok bawang daun ke pasar anom, mengatakan sudah terbiasa bekerja pada pukul 12 malam hingga pukul 5 pagi untuk memilah bawang daun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s